Rangkaian Sirine
Rangkaian Sirine
merupakan rangkaian listrik yang dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan
alat atau perangkat yang memberikan output berupa suara sirine. Sirine adalah
alat yang digunakan untuk memberikan suatu informasi dengan cara mengeluarkan
suara tertentu. Rangkaian ini biasanya dilengkapi dengan suatu sensor. Sensor
tersebut dapat memiliki berbagai macam bentuk bahkan teknologi sensor yang
canggih sekarang ini digunakan dalam brankas bank untuk mendeteksi adanya
maling. Rangkaian jenis sirine ini juga dapat di setting atau diatus secara
menual dengan menggunakan button atau switch tertentu. Untuk lebih jelasnya
kita dapat mempelajari rangkaian ini dengan mengetahui komponen penting yang
harus ada dalam perancanganya.
Gambar Skema Rangkaian Sirine

Parts List
R1 = R9 = 2.2KΩ
R2 = 470Ω
R3 = 47KΩ
R4 = R8 = 22KΩ
R5 = R6 = R7 = 18KΩ
R10 = 3.3KΩ
R11= 1KΩ
C1 = 100µF/16V
C2 = 2.2µF/16V
C3 = 10µF/16V
C4 = 47µF/16V
C5 = 22nF
C6 = 33nF
C7 = 470µF/16V
T1 = T2 = T3 = T4 = BC547
T5 = lihat teks di atas.
T6 = MJ2955, AD162
Rangkaian
Sirine
Rangkaian Sirine DIY
Elektronik dijelaskan di sini dapat membuat tiga suara sirene yang berbeda: DIY
polisi, ambulan dan DIY pemadam kebakaran. Suara yang diinginkan dapat dipilih
dengan menggunakan saklar S1. Sirkuit ini dapat digunakan dalam mainan (model
seperti kendaraan ), sebagai bagian dari sistem alarm, dan dalam banyak
aplikasi lain. Untuk digunakan dalam mainan, sebuah BC337 adalah perangkat yang
memadai untuk driver T5, karena mampu langsung mengendalikan 200mW (8Ω)
pengeras suara. Dalam hal ini pemakaian arus dari power supply 9 V adalah
sekitar 140 mA. Jika suara keras diperlukan, suatu BD136 dianjurkan: ini dapat
mendorong 5W (8Ω) loudspeaker.
Suara yang
dihasilkan adalah:
a: Sirine Pemadam Kebakaran
b: Sirine Polisi
c: Sirine Ambulan
Komponen rangkaian
sirine dapat berupa sumber tegangan, resistor, transistor, kapasitor, dan
perangkat sumber suara. Sumber tegangan berfungsi sebagai pemasok energy
listrik dan menjadi sumber arus listrik itu sendiri. Resistor tentunya akan
berperan sebagai pemberi nilai hambatan sebagai filter atau penyaring arus
listrik yang lewat. Kapasitor akan memiliki fungsi sebagai pengatur lalu lintas
arus listrik yang lewat agar di dapat aliran yang stabil. Transistor adalah
komponen yang memiliki peran yang penting dalam penyaluran arus listrik kepada
seluruh komponen dalam rangkaian. Selanjutnya adalah komponen yang akan
mengubah energy listrik menjadi bentuk lain berupa suara yang dihantarkan
melalui medium udara, yaitu Perangkat sumber suara dapat berbentuk MegaPhone,
Speaker, dan lainya. Perangkat sumber suara ini memiliki beberapa macam model
tergantung untuk apa Rangkaian ini digunakan.
Rangkaian sirine
dan penerapanya dalam kehidupan sehari – hari dapat kita temui dalam berbagai
bentuk sesuai bidang masing – masing. Beberapa contohnya adalah penerapan
rangkaian ini pada sirine polisi, sirine pemadam kebakaran, sirine anti maling
dan untuk perumahan atau tempat hunian sendiri digunakan untuk sirine darurat,
dan ada juga sirine yang digunakan untuk alarm. Intinya pada rangkaian ini kita
memiliki bermacam komponen utama seprti yang sudah dibahas sebelumnya. Untuk
skematik perancanganya kita harus dapat merekayasa dan mengatur rangkaian
tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian sirine, semoga
artikel rangkaian kali ini nantinya dapat berguna dan bermanfaat bagi anda
semua.