Thursday, March 31, 2016

Rangkaian Sirine

    Rangkaian Sirine merupakan rangkaian listrik yang dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan alat atau perangkat yang memberikan output berupa suara sirine. Sirine adalah alat yang digunakan untuk memberikan suatu informasi dengan cara mengeluarkan suara tertentu. Rangkaian ini biasanya dilengkapi dengan suatu sensor. Sensor tersebut dapat memiliki berbagai macam bentuk bahkan teknologi sensor yang canggih sekarang ini digunakan dalam brankas bank untuk mendeteksi adanya maling. Rangkaian jenis sirine ini juga dapat di setting atau diatus secara menual dengan menggunakan button atau switch tertentu. Untuk lebih jelasnya kita dapat mempelajari rangkaian ini dengan mengetahui komponen penting yang harus ada dalam perancanganya.
Gambar Skema Rangkaian Sirine

 http://komponenelektronika.biz/wp-content/uploads/2014/02/Rangkaian-Sirine.jpg
Parts List
R1 = R9 = 2.2KΩ
R2 = 470Ω
R3 = 47KΩ
R4 = R8 = 22KΩ
R5 = R6 = R7 = 18KΩ
R10 = 3.3KΩ
R11= 1KΩ
C1 = 100µF/16V
C2 = 2.2µF/16V
C3 = 10µF/16V
C4 = 47µF/16V
C5 = 22nF
C6 = 33nF
C7 = 470µF/16V
T1 = T2 = T3 = T4 = BC547
T5 = lihat teks di atas.
T6 = MJ2955, AD162
Rangkaian Sirine
  Rangkaian Sirine DIY Elektronik dijelaskan di sini dapat membuat tiga suara sirene yang berbeda: DIY polisi, ambulan dan DIY pemadam kebakaran. Suara yang diinginkan dapat dipilih dengan menggunakan saklar S1. Sirkuit ini dapat digunakan dalam mainan (model seperti kendaraan ), sebagai bagian dari sistem alarm, dan dalam banyak aplikasi lain. Untuk digunakan dalam mainan, sebuah BC337 adalah perangkat yang memadai untuk driver T5, karena mampu langsung mengendalikan 200mW (8Ω) pengeras suara. Dalam hal ini pemakaian arus dari power supply 9 V adalah sekitar 140 mA. Jika suara keras diperlukan, suatu BD136 dianjurkan: ini dapat mendorong 5W (8Ω) loudspeaker.
   Suara yang dihasilkan adalah:
a: Sirine Pemadam Kebakaran
b: Sirine Polisi
c: Sirine Ambulan
   Komponen rangkaian sirine dapat berupa sumber tegangan, resistor, transistor, kapasitor, dan perangkat sumber suara. Sumber tegangan berfungsi sebagai pemasok energy listrik dan menjadi sumber arus listrik itu sendiri. Resistor tentunya akan berperan sebagai pemberi nilai hambatan sebagai filter atau penyaring arus listrik yang lewat. Kapasitor akan memiliki fungsi sebagai pengatur lalu lintas arus listrik yang lewat agar di dapat aliran yang stabil. Transistor adalah komponen yang memiliki peran yang penting dalam penyaluran arus listrik kepada seluruh komponen dalam rangkaian. Selanjutnya adalah komponen yang akan mengubah energy listrik menjadi bentuk lain berupa suara yang dihantarkan melalui medium udara, yaitu Perangkat sumber suara dapat berbentuk MegaPhone, Speaker, dan lainya. Perangkat sumber suara ini memiliki beberapa macam model tergantung untuk apa Rangkaian ini digunakan.
    Rangkaian sirine dan penerapanya dalam kehidupan sehari – hari dapat kita temui dalam berbagai bentuk sesuai bidang masing – masing. Beberapa contohnya adalah penerapan rangkaian ini pada sirine polisi, sirine pemadam kebakaran, sirine anti maling dan untuk perumahan atau tempat hunian sendiri digunakan untuk sirine darurat, dan ada juga sirine yang digunakan untuk alarm. Intinya pada rangkaian ini kita memiliki bermacam komponen utama seprti yang sudah dibahas sebelumnya. Untuk skematik perancanganya kita harus dapat merekayasa dan mengatur rangkaian tersebut agar dapat berjalan dengan baik.

   Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian sirine, semoga artikel rangkaian kali ini nantinya dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua.

SKEMA RANGKAIAN SIRINE

Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ
SKEMA RANGKAIAN SIRINE

Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ